Postfix.or.id, Langkah Awal untuk Mandiri
Reporter : Wicaksono Hidayat
detikcom - Jakarta,
Teknologinya memang dibuat oleh orang luar negeri, tapi bukan berarti
orang Indonesia tidak boleh memanfaatkannya. Komunitas Postfix
Indonesia hadir dengan tujuan itu, mempermudah adopsi teknologi Postfix
bagi warga negara Indonesia. Lebih jauh, mereka ingin mengembangkan
teknologi pengiriman e-mail itu.
Di Indonesia telah berdiri sebuah komunitas
diskusi pengguna Postfix. Postfix adalah sebuah program pengirim email,
yang bisa menjadi alternatif dari program yang lebih lazim seperti
Sendmail.
"Tujuan didirikannya Postfix Indonesia adalah
untuk mengenalkan Postfix secara luas baik untuk penggunaan pribadi,
komersial, riset akademis maupun yang lain," tutur Asfihani, juru
bicara komunitas itu pada detikcom, Kamis (05/02/04).
Langkah awal komunitas yang bercokol di postfix.or.id itu adalah menerjemahkan dokumentasi, manual dan situs postfix. Ini diharapkan bisa mempermudah adopsi Postfix di Indonesia.
Lebih lanjut mereka berharap bisa turut
mengembangkan Postfix. Saat ini, menurut Asfihani, sudah ada orang
Indonesia yang turut menyumbangkan 'tambalan' program Postfix.
Komunitas ini sendiri masih tergolong kecil.
Menurut Asfihani, anggota milis postfix.or.id berkisar 100 orang dengan
anggota aktif kurang lebih 20 orang.
Postfix adalah teknologi yang dikembangkan
oleh Wietse Venema, peneliti yang pernah bekerja di IBM. Karena pertama
kali dibuat ketika Wietse masih di IBM, teknologi ini tidak berlisensi Open Source. "(Postfix) menggunakan 'IBM Public License' yang hampir mirip dengan Open Source. Mungkin bedanya, lisensi model ini dikontrol penuh oleh IBM," tutur mahasiswa STIMIK Perbanas ini.
Asfihani menjelaskan, Postfix memiliki cara
yang cukup sederhana untuk menangkal Spam, Virus dan Worm yang beredar
di Internet. "Yaitu, menolak email berdasarkan kriteria yang kita buat
untuk mengecek pola tersebut pada berbagai kondisi di Postfix,"
paparnya.
Menurut Asfihani, saat ini Postfix sudah digunakan oleh berbagai pihak di Indonesia. Beberapa ISP (internet service provider), Universitas dan pihak swasta diakuinya telah mengadopsi Postfix sebagai program pengiriman e-mail mereka.
(wsh)
Print artikel | Kirim ke teman