detikcom
detiki-Net detikInet
Hal. Utama iNet Berita iNet Hardware Software Elektronik Telko Info Game Download
   detikNews | detikFinance | detikHot | detiki-Net | detikSport | detikFood | detikHealth | detikPlus | SMSIklan | Ticket Box
Kamis, 5/2/2004
 
 
Database
R e k a n a n

Berita Lain
Net
5/2/2004 17:18 WIB
Singapura Anggarkan Rp 3,5 Triliun Lebih untuk TI

Software
5/2/2004 16:14 WIB
Postfix.or.id, Langkah Awal untuk Mandiri

Net
5/2/2004 15:30 WIB
Gambar Janet Paling Dicari

Info Game
5/2/2004 14:35 WIB
Tamagotchi Kini Sudah Remaja

Net
5/2/2004 13:34 WIB
Toko Online yang Selamat dari Geger Dot Com


Indeks Berita
 

Postfix.or.id, Langkah Awal untuk Mandiri
Reporter : Wicaksono Hidayat

detikcom - Jakarta, Teknologinya memang dibuat oleh orang luar negeri, tapi bukan berarti orang Indonesia tidak boleh memanfaatkannya. Komunitas Postfix Indonesia hadir dengan tujuan itu, mempermudah adopsi teknologi Postfix bagi warga negara Indonesia. Lebih jauh, mereka ingin mengembangkan teknologi pengiriman e-mail itu.

Di Indonesia telah berdiri sebuah komunitas diskusi pengguna Postfix. Postfix adalah sebuah program pengirim email, yang bisa menjadi alternatif dari program yang lebih lazim seperti Sendmail.

"Tujuan didirikannya Postfix Indonesia adalah untuk mengenalkan Postfix secara luas baik untuk penggunaan pribadi, komersial, riset akademis maupun yang lain," tutur Asfihani, juru bicara komunitas itu pada detikcom, Kamis (05/02/04).

Langkah awal komunitas yang bercokol di postfix.or.id itu adalah menerjemahkan dokumentasi, manual dan situs postfix. Ini diharapkan bisa mempermudah adopsi Postfix di Indonesia.

Lebih lanjut mereka berharap bisa turut mengembangkan Postfix. Saat ini, menurut Asfihani, sudah ada orang Indonesia yang turut menyumbangkan 'tambalan' program Postfix.

Komunitas ini sendiri masih tergolong kecil. Menurut Asfihani, anggota milis postfix.or.id berkisar 100 orang dengan anggota aktif kurang lebih 20 orang.

Postfix adalah teknologi yang dikembangkan oleh Wietse Venema, peneliti yang pernah bekerja di IBM. Karena pertama kali dibuat ketika Wietse masih di IBM, teknologi ini tidak berlisensi Open Source. "(Postfix) menggunakan 'IBM Public License' yang hampir mirip dengan Open Source. Mungkin bedanya, lisensi model ini dikontrol penuh oleh IBM," tutur mahasiswa STIMIK Perbanas ini.

Asfihani menjelaskan, Postfix memiliki cara yang cukup sederhana untuk menangkal Spam, Virus dan Worm yang beredar di Internet. "Yaitu, menolak email berdasarkan kriteria yang kita buat untuk mengecek pola tersebut pada berbagai kondisi di Postfix," paparnya.

Menurut Asfihani, saat ini Postfix sudah digunakan oleh berbagai pihak di Indonesia. Beberapa ISP (internet service provider), Universitas dan pihak swasta diakuinya telah mengadopsi Postfix sebagai program pengiriman e-mail mereka. (wsh)

Print artikel | Kirim ke teman

 
Kata Kunci:   Kanal:
detiki-Net:
Hal. Utama | Net | Hardware | Software | Elektronik | Telko | Download | Info Game
© 2004 detikcom, All Rights Reserved | Redaksi | Kotak Pos | Info Iklan | Disclaimer